Rabu, 13 April 2016

Rindu Dari Sudut Negeri Perantauan

Tersirat rindu untuk yang terkasih
Seketika rasa itu menghampiri dari sudut negeri perantauan
Terbayang senda gurau Ibu dan Ayah
Keriput di wajah menemani senyumnya kala itu

Ya Allah,
Besar rasa syukurku pada-Mu
Yang telah menciptakan wujud kehidupanku
Dan mengantarku ke bumi dengan perantara dua manusia terkasih-Mu

Ibu dan Ayahku,
Ku renung jalan kehidupan dari sudut negeri perantauan
Ku coba berdiri tegak dengan amanahmu
Bukan hanya selembar kertas dengan baju dan topi toga
Namun sebuah juang menahan rindu bagai terpaan ombak di lautan luas
Sakit, perih teriris bercampur keping
Seiring jalannya waktu pun mereka semakin kuat mengaduk rasaku

Betapa dalamnya rasa rindu ini untukmu
Bayangan ditengahnya malam seakan nyata kulihat wajah sayumu
Inginku memeluk erat dan mendekap relung hatimu
Tak kan kubiarkan kegundahan menyelimuti mimpi indahmu

Untukmu Ibu dan Ayahku
Bertahanlah hingga aku kembali
Bertahanlah hingga mampu kusempurnakan amanahmu
Tak kan lama dan dengan segera mungkin
Kan ku lukis sejarah yang tak kan engkau lupa meski tenggelamnya waktu

Dari sudut negeri dan melalui indahnya senja,
Ku titip rindu kepangkuan Ibu dan Ayah

Banda Aceh, 13 April 2016

1 komentar: