Rabu, 13 April 2016

Rindu Dari Sudut Negeri Perantauan

Tersirat rindu untuk yang terkasih
Seketika rasa itu menghampiri dari sudut negeri perantauan
Terbayang senda gurau Ibu dan Ayah
Keriput di wajah menemani senyumnya kala itu

Ya Allah,
Besar rasa syukurku pada-Mu
Yang telah menciptakan wujud kehidupanku
Dan mengantarku ke bumi dengan perantara dua manusia terkasih-Mu

Ibu dan Ayahku,
Ku renung jalan kehidupan dari sudut negeri perantauan
Ku coba berdiri tegak dengan amanahmu
Bukan hanya selembar kertas dengan baju dan topi toga
Namun sebuah juang menahan rindu bagai terpaan ombak di lautan luas
Sakit, perih teriris bercampur keping
Seiring jalannya waktu pun mereka semakin kuat mengaduk rasaku

Betapa dalamnya rasa rindu ini untukmu
Bayangan ditengahnya malam seakan nyata kulihat wajah sayumu
Inginku memeluk erat dan mendekap relung hatimu
Tak kan kubiarkan kegundahan menyelimuti mimpi indahmu

Untukmu Ibu dan Ayahku
Bertahanlah hingga aku kembali
Bertahanlah hingga mampu kusempurnakan amanahmu
Tak kan lama dan dengan segera mungkin
Kan ku lukis sejarah yang tak kan engkau lupa meski tenggelamnya waktu

Dari sudut negeri dan melalui indahnya senja,
Ku titip rindu kepangkuan Ibu dan Ayah

Banda Aceh, 13 April 2016

Senin, 11 April 2016

Gua Sarang Sabang, Si Bungsu Pariwisata Aceh

Sumber: http://www.disbudpar.acehprov.go.id

Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keindahan wisata alam. Pariwisata di Indonesia  tidak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan, namun menjadi komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi masyarakat. Ragam keindahan serta keunikan pariwisata di Indonesia telah memenuhi semua provinsi, salah satunya di provinsi Aceh.
Aceh dikenal dengan pesona alam yang memukau. Keindahan dan keunikan wisata alam di Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Pusat wisata di Aceh yang menjadi incaran para wisatawan sekarang ini adalah Kota Sabang. Kota Sabang dikenal dengan kemewahan pesona dunia bahari. Sabang merupakan titik KM 0 negara Indonesia, atau dikenal dengan Sabang Pulau Weh, yaitu pulau paling ujung barat Indonesia. Tempat wisata yang marak dikunjungi para wisatawan di Kota Sabang adalah Pulau Weh, Air Terjun Pria Laot, Pantai Iboih, Pantai Kasih, Tugu KM 0, dan si Bungsu Gua Sarang.
Gua Sarang beralokasi di kawasan Iboih, kecamatan Sukakarya. Dikatakan Si Bungsu Pariwisata Kota Sabang karena Gua Sarang merupakan objek wisata baru di Kota Sabang. Objek wisata Gua Sarang baru saja diketahui publik, namun dengan cepat mendunia dan menggemparkan para wisatawan ingin mengunjungi tempat ini. Untuk menuju lokasi Gua Sarang, wisatawan bisa menuju pelabuhan Ulee Lheu, Kota Banda Aceh. Kemudian dilanjutkan berlabuh ke pelabuhan Balohan Sabang menggunakan Kapal Ferry. Waktu yang ditempuh yaitu kurang lebih 2 jam menggunakan kapal lambat dan 45 menit menggunakan kapal cepat. Jadwal berlabuh setiap harinya pada pukul 08.00, 14.00, dan 11.00 WIB (tergantung jumlah penumpang). Kapal ini rutin berlabuh pukul 08.00 dan 14.00 WIB kecuali pada hari jum’at, kapal hanya berlabuh pada Pukul 14.00 WIB saja. Sebelum berlabuh, wisatawan harus memesan tiket terlebih dahulu. Harga tiket yang ditawarkan untuk kapal lambat adalah sebesar 32rb per jiwa, dan 65rb untuk kapal cepat. Namun wisatawan cenderung memilih kapal lambat, selain harga tiket yang murah, wisatawan juga bisa membawa kendaraan roda 2 maupun roda 4, serta menikmati keindahan panorama dengan tiupan angin manja saat belabuh.
Setelah tiba di pelabuhan Balohan, wisatawan bisa bersantai atau mengelilingi pusat Kota Sabang karena jaraknya yang dekat dari pelabuhan Balohan, yaitu dengan waktu tempuh 15 menit. Selanjutnya wisatawan bisa mengunjungi lokasi Gua sarang menggunakan transportasi jalur darat dengan waktu tempuh 1 jam. Namun untuk wisatawan yang tidak ada alat transportasi jangan khawatir, di pelabuhan Kota Sabang juga terdapat jasa penyewaan alat transportasi. Nah selain itu bagi wisatawan yang suka tantangan bisa melewati jalur alternatif, yaitu menggunakan boat atau jalan setapak. Jalur alternatif menggunakan boat ini akan dipandu oleh penduduk lokal karena tempatnya yang berbahaya untuk pendatang baru. Ketika menuju Gua Sarang, wisatawan bisa menikmati panorama bawah laut yang terlihat langsung dari permukaan karena airnya yang jernih. Kemudian untuk menggunakan jalur alternatif jalan setapak, wisatawan bisa menyusuri hutan dan perkebunan warga. Tiupan angin dan keindahan panorama alamnya akan menjadikan perjalanan para wisatawan lebih sensasional menuju Gua Sarang yang tertutupi gunung itu.
Letak Gua Sarang yang sulit dijangkau tidak menjadi pengahalang bagi para pengunjung, menikmati keindahan panoramanya dengan kicauan burung wallet mengelilingi gua adalah tujuan yang tak tergoyahkan. Tidak heran jika wisatawan berbondong-bondong mengunjungi si bungsu Gua Sarang,  pengabadian momen wisatawan terlihat unik dari sudut-sudut yang berbeda dengan diiringi keindahan panorama tenggelamnya matahari (Sunset). Namun untuk para wisatawan tetap harus menjaga kelestarian serta keindahan Gua Sarang dengan keunikannya, karena pariwisata merupakan sektor pembangunan ekonomi masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya. Diharapkan juga si bungsu Gua Sarang menjadi objek wisata unggulan terbaru di Kota Sabang bahkan  dunia.

Sabang Marine Festival 2016
Sumber: http://www.disbudpar.acehprov.go.id

Lihat juga vidio pesona indonesia pada link berikut: https://youtu.be/V7m2u9VRxxE