Tersirat rindu untuk
yang terkasih
Seketika rasa itu menghampiri
dari sudut negeri perantauan
Terbayang senda gurau Ibu dan Ayah
Keriput di wajah
menemani senyumnya kala itu
Ya Allah,
Besar rasa syukurku
pada-Mu
Yang telah menciptakan
wujud kehidupanku
Dan mengantarku ke bumi
dengan perantara dua manusia terkasih-Mu
Ibu dan Ayahku,
Ku renung jalan
kehidupan dari sudut negeri perantauan
Ku coba berdiri tegak dengan
amanahmu
Bukan hanya selembar
kertas dengan baju dan topi toga
Namun sebuah juang menahan rindu bagai terpaan ombak di lautan luas
Sakit, perih teriris
bercampur keping
Seiring jalannya waktu
pun mereka semakin kuat mengaduk rasaku
Betapa dalamnya rasa rindu ini untukmu
Bayangan ditengahnya
malam seakan nyata kulihat wajah sayumu
Inginku memeluk erat dan
mendekap relung hatimu
Tak kan kubiarkan kegundahan menyelimuti mimpi indahmu
Untukmu Ibu dan Ayahku
Bertahanlah hingga aku kembali
Bertahanlah hingga
mampu kusempurnakan amanahmu
Tak kan lama dan dengan
segera mungkin
Kan ku lukis sejarah yang
tak kan engkau lupa meski tenggelamnya waktu
Dari sudut negeri dan
melalui indahnya senja,
Ku titip rindu
kepangkuan Ibu dan Ayah
Banda Aceh, 13 April 2016


